Selasa, 31 Mei 2016

14/28 #BahagiadiRumah: Weakness



Bapak Bud adalah pecinta bidang eksakta sejati. Mata pelajaran favoritnya semasa sekolah dulu adalah matematika dan fiska yang sekarang jadi momok buat dua anaknya. Ini mah namanya KARMA! #ngelesajaib



13/28 #BahagiadiRumah: Matematika Itu….





12/28 #BahagiadiRumah: Nggak Nyambung

Ceritanya Bapak baca ebook di laptop lamaaaaaaaaaaaaaaa pake banget. Waktu udah selesai si Ang nyeletuk.





Dan waktu Ang cerita ketidaknyambungan Bapak Bud ke Ibu Lis, yang terjadi adalah……




11/28 #BahagiadiRumah: Espresso dan Machiato

Obrolan tentang dua sahabat karib perkopian ini berlangsung di suatu malam di ruang makan antara saya dan Ang. Jaman itu saya sedang ujian sekolah dan Ang libur semingguan lebih. Walaupun SMA kita beda, tapi jadwal sedaerah sama semua.
Ceritanya Ang habis pulang dari ditraktir temennya makan di kafe. Karena kafenya emang spesialis kopi, jadilah dia pesen kopi di sana. Berhubung tuh makhluk satu ga dong plonga plongo soal kopi jadilah dia dia menerapkan metode gambling yang sering saya pakai kalo lagi ulangan matematika. LIHAT YANG AURA HURUFNYA PALING BERSINAR. Jadilah dia memilih nama (yang menurut Ang) paling ucul *dibaca terbalik.red*.



Pilihannya jatuh kepada MACHIATO (sampai disini penggemar kopi pasti sudah bisa menebak arah tulisan).
Firasat jelek mulai menjadi nyata bersamaan dengan kopi yang disajikan dengan cangkir yang super duper mini. Dan saya mengalaminya tepat setahun sebelum Ang. Ditraktir temen juga. Dan saya teringat dengan kata-kata Ang malam itu.
“Tapi aku masih bersyukur Kak. Temenku yang nggak dong juga, pesennya espresso. Dan itu setengah porsinya Machiato. Mana warnanya solid black lagi.” Saya tersenyum. Mengingat pilihan kopi saya setahun lalu.







Dan ya, ini pesan moral bagi kalian-kalian yang nggak ngerti tentang kopi. DON’T JUDGE COFFE BY ITS NAME.  Tampilan princess rasa rambo kan kecewa lu
nanti.

10/28 #BahagiadiRumah: Penawaran Ibu



Ini adalah game pengasah kesabaran paling wahid di rumah ini. Nama gamenya PENAWARAN IBU! Cara mainnya simpel. Ibu akan kasih pertanyaan dan saya sama Ang tinggal jawab aja diantara dua pilihan. Kalau jawabannya berbeda, maka salah satu akan mendapat yang tidak dia minta bahka tidak dapat apa-apa.



Belajar dari pengalaman yag sudah-sudah, saya da Ang akhirnya sepakat menyamakan selera. Dan yag terjadi adalah……


Sungguh ini beneran ngelatih kesabaran.

Q&A with Lint
Reader: Min, tamatnya kapan tuh gamenya?
Lint: Sabar aja :v

9/28 #BahagiadiRumah: Seperti Selamanya



Ini yang terjadi ketika pengumuman SNMPTN kemarin. Pernahkah kamu mengalaminya? Waktu dan semesta seolah melambat disaat kamu berharap ia berlari secepat angin? Bahkan hari itu kuota saya berjalan bersama liliput.
Alhamdulillah saya lolos di universitas dengan warna almamater paling susah didefinisikan dengan kata-kata. Ibu Lis sampai nangis berlinang air mata anaknya bisa lolos. Apalagi sejak jauh-jauh hari sebelum hari H beliau selalu cerita ‘Lint, Ibu kok mimpinya jelek terus dari kemarin’. Bikin saya agak masygul juga sambil mbatin ‘mimpi tu bisa berarti pertanda bisa juga ujian Lint. Kalo mimpi Ibu, anggap aja ujian dulu ya.’

Lalu hari ini, sebagian teman saya berjuang di jalur SBMPTN. Kalau kamu yang baca juga seangkatan sama saya, sukses yaa! Yang mau kuliah, yang mulai pengalama kerja proyekan, magang, dan semuanya!

8/28 #BahagiadiRumah: Salam Kayang!




Lihat dari sudut pandang yang berbeda, siapa tahu kita aka menemukan sesuatu yang selama ini hilang. Sesuatu yang selama ini tidak terlihat jelas lalu muncul setelah kita mengganti sudutnya. #28thNovaversary